Menangkap Kesempatan untuk Bekerja di Ibukota

okezone
Sumber gambar: http://www.okezone.com

Kesempatan bekerja tetap di Indonesia terbilang susah-susah gampang, khususnya pekerjaan dengan kompensasi yang relatif bagus. Akses informasi akan kesempatan pekerjaan ini sudah terbuka luas di internet dengan berbagai website atau organisasi penyedia informasi lowongan pekerjaan. Akan tetapi, untuk dapat lolos seleksi ke tahap kerja selanjutnya seperti wawancara adalah salah satu kesempatan yang tidak mudah di raih.

Hal seperti ini terjadi di berbagai tempat, apalagi di Ibukota Indonesia, Jakarta. Kesempatan pekerjaan di Jakarta sebetulnya sangatlah tinggi mengingat kebutuhannya sebagai sebagai kota industri. Industri seperti manufaktur, dagang, jasa keuangan, jasa hotel & lodging, telekomunikasi, agrobisnis, dan lain-lain. Head-office perusahaan-perusahaan swasta besar dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ada di Jakarta. Di sektor pemerintahan, Kementerian/Lembaga Negara umumnya memberikan kompensasi untuk staf/karyawan yang baru diterima relatif lebih baik dibanding pemerintah daerah tingkat I dan II. Maka tak heran kebutuhannya untuk tenaga kerja tiap tahunnya juga pasti besar dalam skala.

Menurut BPS per Agustus 2014, di Indonesia ada 9,5% (688,880 orang) dari total pengaggur yang merupakan alumni perguruan tinggi. Setiap tahunnya, lulusan S1 perguruan tinggi (fresh graduates) berbondong-bondong melamar pekerjaan. Tidak hanya bersaing dengan rekan-rekan angkatan kerjanya, tetapi juga dengan angkatan kerja senior (lulus kampus lebih dulu) yang belum mendapatkan pekerjaan. Kondisi yang tidak berimbang ini mengakibatkan tidak terserapnya semua angkatan kerja. Faktanya, untuk dapat diterima bekerja itu bukanlah usaha dalam satu-dua malam, melainkan usaha yang sudah dipupuk bertahun-tahun.

moneycnn
Grade A is very important. (Sumber gambar: http://www.money.cnn.com)

Pertama, untuk dapat bekerja sesuai dengan pekerjaan yang diimpikan, unggul di satu keahlian adalah wajib hukumnya. Ukuran unggul dalam keahlian yaitu angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi. IPK adalah satu-satunya tolak ukur kongnitif tingkat penguasaan pengetahuan dan keahlian seseorang atas jurusan/bidang yang ia geluti/lulusi. Dengan memiliki IPK diatas rata-rata (cumlaude), maka seorang lulusan baru memiliki keistimewaan untuk melamar pekerjaan di tempat kerja yang bagus, yang umumnya mensyaratkan IPK rekrutmen diatas 3.5 atau cumlaude. Ibarat nonton bola, IPK adalah tiket untuk dapat duduk di bangku VIP (very important person).

Continue reading “Menangkap Kesempatan untuk Bekerja di Ibukota”